Beberapa hari terakhir, sekitar 2 sampai 3 hari ini Saya dibuat penasaran oleh manuskrip bertuliskan arab, bahasa 'jawi alus'. Isi naskah tersebut tidak lain juga menceritakan soal sejarah dan suasana keulamaan di Martapura tahun 1930-an.
Sangking penasarannya, Saya sampai melibatkan 4 orang yang ada di kampung Saya, 3 orang adalah bapak tua berusia sepuh, dan satu orang terakhir adalah tokoh muda yang suka mengkoleksi kitab-kitab kuno Nusantara. Tokoh terakhir inilah yang ingin Saya ceritakan.
Asmine Kyai Mushoffa, Pendiri sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ishlah As Syafi'iyyah, Batu Meranti, Kecamatan. Sungai Loban. Beliau lama nyantri di Jawa dan merupakan lulusan Pascasarjana S2 UIN Antasari -dulu IAIN- Jurusan Tasawuf.
Bagi masyarakat Tanah Bumbu, ketokohan beliau sudah tidak asing lagi.
Kultur santri dan aktivis tergabung menjadi satu di dalam diri beliau sehingga menguatkan kemapanan beliau di bidang pengetahuan.
Saat poto-copy manuskrip tersebut disodorkan di hadapan beliau, terlihat sangat renyah dan gurih sekali. Padahal sebelumnya sepuh yang sudah tua pun perlu berpikir panjang, walaupun sangat paham bahasa 'jawa alus' zaman dulu.
Pak Mushoffa memang memahami beberapa teori filologi atau cara membaca teks kuno, di antaranya berujar, "feeling kita saat membaca teks kuno, kita harus bisa merasakan kehidupan di zaman dulu,".
Kemudian Saya nyelentuk bertanya, "kaya gini ni perlu ambil jurusan khusus filologi opo mboten ngeeeh..?"
"Walaupun mboten ambil jurusan filologi, paling gak kito teseh iso membaca teori-teori filolog seperti Ibrahim," jawab Kyai Mushoffa.
Setelah semuanya diulas, mulai alur cerita dan suasana politik di masa manuskrip tersebut berhasil dipecahkan dan disajikan dengan renyah. Terkhusus, soal istilah-istilah yang sangat sulit ditemukan maksudnya, ternyata hal itu sangat renyah sekali ketika beliau menjelaskannya.
Pada kesimpulannya, kaum sarungan itu menarik, karena selain juga menguasai
pengetahuan agama yang mumpuni juga bisa menggabungkan teori-teori umum untuk
memecahkan suatu problem. Maka, perlu lah juga untuk membaca teori-teori umum
atau buku-buku umum lainnya.
.jpg)